Tugas.pidato pendidikan

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Alhamdulilah hirobil'alamin wabihi nasta'inu wa 'ala umuridunya wadiin wal'ulama il'alamin wa 'ala alihi washokhbihi ajma'in ama ba'du.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang mana telah melimpahkan karunia-Nya yang berupa kesehatan sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul dan hadir di tempat yang sangat sederhana ini.

Dan tak lupa pula kita kirimkan salam dan taslim kepada junjungan kita nabi ullah Muhammad SAW, nabi yang telah di utus oleh Allah SWT sebagai rahmatan lilalamin.

Yang terhormat bapak dosen serta rekan – rekan sekalian yang saya hormati pula.pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan membawakan sebuah pidato yang berjudul "pendidikan". Berbicara soal pendidikan, sudah pasti kita berbicara soal manusia.Tentu dihati rekan – rekan bertanya mengapa demikian? Karena pada hakekatnya hanya manusia yang belajar dan hanya manusia yang dapat diajar, dibandingkan mahluk ciptaan Tuhan yang lain salah satu contohnya binatang.salah satu keistimewaan kita yaitu Tuhan menganugrakan kepada kita berupa akal, tentulah bagaimana cara kita mempergunakan anugrah tersebut untuk kelangsungan hidup kita kelak.

Pasti kali ini hidup di dunia ini tidak lepas dari pendidikan, dari kita lahir kita sudah di ajarkan tentang Pendidikan sampai sekarang kita berada diperguruan tinggi yang kita banggakan ini. ini hanya untuk mencari pendidikan, bukan mencari nilai, kita pasti ingat setiap 2 Mei kita memperingati hari Pendidikan Nasional.

Setiap kita memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kita akan selalu mengenang jasa-jasa seorang tokoh pembangunan Penduduk Nasional yaitu Ki Hajar Dewantara. Beliau merupakan teladan bagi bangsa kita karena dalam perjalanan hidupnya sangat gigih berjuang untuk memajukan pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsanya maka dari itu kita harus mengingati jejak Ki Hajar Dewantara. Dalam sebuah Pendidikan tidak hanya seorang muslim saja yang belajar tentang Pendidikan, Non muslim juga wajib belajar tentang Pendidikan, karena dalam al-Qur'an semua umat manusia wajib belajar Pendidikan dengan pendidikan kita bisa mencapai cita-cita yang ingin kita capai. Kalau kita mengerti tentang hikmah pendidikan. Pendidikan sangatlah penting bagi kita semua karena kalau suatu bangsa dan negara bila pemuda/pemudi tidak diajarkan pendidikan pastilah suatu Negara akan hancur karena para remaja bodoh dan tidak mengerti rasa cinta tanah air kepada negara. Dan sebaliknya kalau suatu bangsa dan Negara mempunyai pemuda/pemudi yang pintar, cerdas, kreatif dan mempunyai pemikiran yang positf pasti suatu negara akan aman, damai dan tentram.

Pendidikan harus kita dapatkan dengan semangat dan tidak berputus asa, karena hadits mengatakan carilah ilmu dari gendongan sampai liang lahat, bahkan dalam hadits juga kita disuruh kejarlah ilmu sampai kenegeri cina. Kita disuruh menuntut ilmu sampai jauh ke seberang hanya untuk agar kita mempunyai ilmu makanya janganlah kalian juga putus sekolah karena pendidikan sangat penting pemerintah juga berusaha agar anak Indonesia bebas dari kebodohan. Karena pemerintah tak mau anak Indonesia bodoh. Akan pendidikan, maka dari itu Pemerintah Indonesia mewajibkan belajar sampai 12 tahun dan Pemerintah juga menggratiskan semua sekolah, itu hanya karena Pemerintah tidak mau anak Indonesia bodoh.

Maka dari itu kita harus senang sekarang belajar Pendidikan tidak seperti dulu yang menggunakan alat yang apa adanya, tetapi sekarang sudah menggunakan alat canggih banyak contohnya seperti komputer, laptot dll.

Jangan sia-siakan masa muda kalian dengan hura-hura belajarlah pendidikan-pendidikan karena kelak pasti tak akan menyesal,seperti halnya sebuah pepatah yang menyatakan bahwa "belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu dan belajar diwaktu besar bagai mengukir diatas air". sekian saja pidato dari saya. Apabila ada kata-kata yang tidak berkenan dihati Bapak dosen serta rekan – rekan semua mohon dimaafkan, karena saya hanya manusia biasa yang tidak akan pernah lufuk dari kesalahan dan kehilafan.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dibalik kirabmu

Susunan acara mappaccing

Hidup Selaras dengan Alam sebagai Kosmologi Suku Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan