Berbicara
Mata Kuliah : Berbicara
PENGERTIAN DAN HAKIKAT BERBICARA
Kompetensi Dasar :
Setelah Anda mempelajari pembelajaran kedua, Anda diharapkan mampu mengenal, memahami, dan mengetahui pengertian berbicara.
Indikator
Setelah membaca isi pembelajaran kedua ini, Anda diharapkan dapat memahami pembicaraan mengenai hakikat berbicara:
Pengertian, peranan, dan tujuan berbicara.
Konsep dasar berbicara.
Jenis-jenis berbicara.
Uraian Materi
Hakikat berbicara merupakan pengetahuan yang sangat fungsional dalam memahami seluk beluk berbicara. Manusia hidup selalu berkelompok mulai dari kelompok kecil, misalnya keluarga, sampai kelompok yang besar seperti organisasi sosial. Dalam kelompok itu mereka berinteraksi satu dengan yang lainnya.
Di mana ada kelompok baru manusia, di situ pasti ada bahasa. Kenyataan ini berlaku baik pada masyarakat tradisional maupun masyarakat modern. Dalam setiap masyarakat diperlukan komunikasi lisan dan tulisan.
Komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi verbal menggunakan bahasa sebagai sarana, sedangkan komunikasi non verbal menggunakan sarana gerak-gerik seperti warna, gambar, bunyi bel, dan sebagainya. Komunikasi verbal dianggap paling sempurna, efisien, dan efektif.
Komunikasi lisan sering terjadi dalam kehidupan manusia, misalnya dialog dalam lingkungan keluarga, percakapan antara tetangga, percakapan antara pembeli dan penjual di pasar, dan sebagainya. Contoh lainnya : percakapan anggota keluarga; percakapan ibu dan anak; percakapan bertelepon, dan sebagainya.
Interaksi antara pembicara dan pendengar ada yang langsung dan ada pula yang tidak langsung. Interaksi langsung dapat bersifat dua arah atau multi arah, sedangkan interaksi tak langsung bersifat searah. Pembicara berusaha agar pendengar memahami atau menangkap makna apa yang disampaikannya. Komunikasi lisan dalam setiap contoh berlangsung dalam waktu, tempat, suasana yang tertentu pula. Sarana untuk menyampaikan sesuatu itu mempergunakan bahasa lisan.
Peristiwa berbicara akan berlangsung apabila dipenuhi sejumlah persyaratan, antara lain :
pengirim : orang yang menyampaikan pesan,
pesan : isi pembicaraan,
penerima : orang yamg menerima pesan,
media : bahasa lisan,
sarana : waktu tempat, suasana, peralatan yang digunakan dalam
penyampaian pesan,
interaksi : searah, dua arah, atau multi arah,
pemahaman : ada saling pengertian.
Pengirim pesan itu akan berlangsung baik apabila ada pemahaman, artinya penerima pesan akan menangkap pesan yang disampaikan oleh pembicara melalui bahasa lisan.
Kualitas pemahaman dapat di bagi atas tiga kategori :
baik : pesan yang dikirim sama dengan pesan yang diterima,
sedang : pesan yang diterima mendekati pesan yang dikirim,
jelek : pesan yang diterima sedikit persamaannya dengan pesan
yang dikirimkan.
Pembicara yang tampil di depan umum dapat dibedakan atas dua golongan, pertama, pembicara yang mempunyai sesuatu hal untuk disampaikan; kedua, pembicara yang harus menyampaikan sesuatu kepada pendengarnya.
Tujuan pembicara dapat dibedakan atas lima golongan, yaitu :
menghibur,
menginformasikan,
menstimulasi,
meyakinkan, dan
menggerakkan.
Berbicara untuk tujuan menginformasikan, untuk melaporkan, dilaksana-kan bila seseorang ingin :
menjelaskan sesuatu proses;
menguraikan, menafsirkan, atau menginterpretasikan sesuatu hal;
memberi, menyebarkan, atau menanamkan pengetahuan;
menjelaskan kaitan, hubungan, relasi antara benda, hal, atau peristiwa.
Konsep Dasar Berbicara
Kemampuan berbicara siswa bervariasi, mulai dari taraf baik atau lancar; sedang; gagap atau kurang. Kenyataan tersebut sebaiknya dijadikan landasan berbicara di sekolah. Pengajaran berbicara pun harus berlandaskan konsep dasar berbicara sebagai sarana berkomunikasi.
Konsep dasar berbicara sebagai sarana berkomunikasi mencakup sembilan hal, yakni :
berbicara dan menyimak adalah suatu kegiatan resiprokal,
berbicara adalah proses individu berkomunikasi,
berbicara adalah ekspresi kreatif,
berbicara adalah tingkah laku,
berbicara adalah tingkah laku yang dipelajari,
berbicara dipengaruhi kekayaan pengalaman,
berbicara sarana memperluas cakrawala,
kemampuan linguistik dan lingkungan berkaitan erat,
berbicara adalah pancaran kepribadian. (Logan dkk., 1972:104-105).
Jenis-jenis Berbicara
Bila diperhatikan mengenai bahasa pengajaran akan kita dapatkan berbagai jenis berbicara. Antara lain : diskusi, percakapan, pidato menjelaskan, pidato menghibur, ceramah, dan sebagainya.
Berdasarkan pengamatan minimal ada lima landasan yang digunakan dalam mengklasifikasi berbicara. Kelima landasan tersebut adalah :
situasi,
tujuan,
metode penyampaian,
jumlah penyimak, dan
peristiwa khusus.
Mari kita perbincangkan setiap landasan tersebut,
Situasi
Aktivitas berbicara terjadi dalam suasana, situasi, dan lingkungan tertentu. Situasi dan lingkungan itu dapat bersifat formal atau resmi, mungkin pula bersifat informal atau tak resmi. Dalam situasi formal pembicara dituntut berbicara secara formal, sebaliknya dalam situasi tak formal, pembicara harus berbicara secara tak formal pula. Kegiatan berbicara yang bersifat informal banyak dilakukan dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Jenis-jenis kegiatan berbicara informal meliputi :
tukar pengalaman,
percakapan,
menyampaikan berita,
menyampaikan pengumuman,
bertelepon, dan
memberi petunjuk (Logan, dkk., 1972 : 108).
Sedangkan kegiatan berbicara yang bersifat formal meliputi :
ceramah,
perencanaan dan penilaian,
interview,
prosedur parlementer, dan
bercerita (Logan, dkk., 1972 : 116).
Tujuan
Akhir pembicaraan, pembicara menginginkan respons dari pendengar. Pada umumnya tujuan orang berbicara adalah untuk menghibur, menginformasi-kan, menstimulasikan, meyakinkan, atau menggerakkan pendengarnya.
Metode Penyampaian
Ada empat cara yang bisa digunakan orang dalam menyampaikan pembicaraannya, antara lain :
penyampaian secara mendadak,
penyampaian berdasarkan catatan kecil,
penyampaian berdasarkan hafalan, dan
penyampaian berdasarkan naskah.
Jumlah Penyimak
Komunikasi lisan melibatkan dua pihak, pendengar dan pembicara. Jumlah peserta yang berfungsi sebagai penyimak dalam komunikasi lisan dapat bervariasi misalnya satu orang, beberapa orang (kelompok kecil), dan banyak orang (kelompok besar).
Peristiwa Khusus
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menghadapi berbagai kegiatan. Sebagian dari kegiatan itu dikategorikan sebagai peristiwa khusus, istimewa, atau spesifik. Contoh kegiatan khusus itu adalah ulang tahun, perpisahan, perkenalan, pemberian hadiah. Berdasarkan peristiwa khusus itu berbicara atau berpidato dapat digolongkan atas enam jenis,
pidato presentasi,
pidato penyambutan,
pidato perpisahan,
pidato jamuan (makan malam),
pidato perkenalan, dan
pidato nominasi (mengunggulkan). (Logan dkk., 1972 : 127).
Komentar
Posting Komentar