ringkasan matri keterampilan bahasa terpadu
KETRAMPILAN MENYIMAK
Menyimak adalah merupakan salah satu ketrampilan berbahasa yang bersifat reseptif.
Menyimak sangat dekat maknanay dengan mendengar dan mendengarkan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (2003: 1066), pengertian menyimak yaitu mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang. Padas umber yang sama (2003: 251), pengertian mendengar yaitu dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga. Sadar atau tidak kalau ada bunyi , alat pendengaran kita akan menangkap atau mendengar bunyi-bunyi tersebut. Mendengar adlah mendengarkan akan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh.
Dalam menyimak actor kesengajaan cukup besar, lebih besar dari pada mendengarkan karena dalam kegiatan menyimakada usaha memahami apa yang disampaikan pembicara, sedangkan dalam kegiatanmendengar tingkat pemahaman belum dilakukan. Pintamtiyas tiring (1983: 11) bahwa menyimak adalah mendengar denagn pemahaman atau pengertian,bahkan sampai ketingkat apresiasi. Menyimak merupakan suatu proses yang aktif.
Menyimak tidak dapat melakukan respon seperti halnya yang diungkapkan oleh Bistok (via sutarti, dkk, 1997: 21) bahwa menyimak adalah suatu rentetan proses , mulai dari prosesmengidentifikasi bunyi, menyusun penafsiran, menyimpan, dan menghubungkan penafsiran itu dengan seluruh pengetahuan dan pengalaman.
Unsur dasar yang fundamental yang mewujudkan adanya suatu peristiwa atau kegiatan menyimak yaitu : pembicara sebagai sumber pesan, penyimak sebagai penerima pesan, bahan simakan sebagai unsure konsep, dan bahan lisan sebagai media. (Sutari,dkk, 1997: 42).
Faktor-faktor lain menurut tarigan (2996: 98), factor tersebut antara lain adalah factor fisik, psikologis, pengalaman, sikap, motifasi, jenis kelamin, lingkungan, dan peranan masyarakat.
Sutari, dkk ( 1997: 22) mengemukakan bahwa tinggi rendahnya tingkat perhatian, pikiran, penalaran, penafsiran, imajinasi, menyimak tergantung pada tujuan dalam kegiatan menyimak ang dilakukan orang pada umumnya, yaitu mendapatkan fakta, menganaliis fakta, mengefaliasi atau informasi yang ada, mendapat inspirasi, mendapat hiburan, dan memperbaiki kemampuan berbicara.
Ragam Menyimak
MEnurut Tarigan (2006: 35), keanekaragaman adalah sebagai berikut:
Secara garis besarmenyimsk dibedakanmenjadi dua, yaitu:
a. MEnyimak ekstensis adalah jenis kegiatan menyimak yangmengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran tidak perlu dibawah bimbinga langsung seorang guru. Menyimak ekstensif terdiri dari:
1. Menyimak social (Social listening) atau conversation. Adalah menyimak yang biasanya berlangsung dalam situasi situasi social tempat orang-orangmengobrol atau bercengkrama mengenali hal-hal yang menarik.
2. Menyimak sekunder (secondary listening) adalah sejenis kegiatanmenyimak kebetulan (casual listening) dan secara ekstensif (ekstessive listening)
3. Menyimak ekstentik (aesthentik listening) atau menyimak apresiatif adalah fase terakhir dalam kegiatan menyimak kebetulan dan termasuk dalammenyimak ekstensif.
4. Menyimak pasif (passive listening) adalah suatu ujaran tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya-upaya kita pada saat belajar dengan kurang.
b. Menyimak intensif
Adalah jenis menyimak yang pelaksanaannya diarahkan pada suatu kegiatan yang lebih diawasi. MEnyimak intensif terdiri atas:
1. MEnyimak kritis (critical listening) upaya menymak untuk mencari kesalahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara, dengan alas an yang kuat dan dapat diterima akal sehat.
2. MEnyimak kreatif (creative listening) kegiatanmenyimak yang dapat mengakibatkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi,penglihatan, gerakan, serta perasaan-perasan kinestetik yang disarankan oleh apa-apa yang disimak.
3. MEnymak eksplratif yaitu kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuanmenyelidiki sesuatu lebih terarah dan sempit.
4. Menyimak interogratif (interrogative listening) kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi pemusatan perhatian, dan pemilihan butir-butir daru ujaran sang pembicara.
5. MEnyimak selektif yaitu menyimak yang dilakukan sebagai pelengkap kegiatan menyimak pasif guna mengimbangi isolasi cultural.
6. MEnyimak konstratif (cocentrativve listening) adalah menymak yang kegiatanya sejenis dengan menelaah.
Kegiata yang tercangkup dalam menyimak konsentratif adalah:
• MEngikuti petunjuk yang terdapat dalam pembicaraan
• MEncari dan merasakan hubungan
• Mendapat atau memperoleh informasi-informasi tertentu
• Memperoleh pemahaman dan pengertian yang mendalam
• Merasakan serta menghayati ide sang pembicara
• Memahami urutan-urutan ide sang pembicara
• Mencari dan mencatat fakta-fakta penting
c. Teknik menyimak
LAngkah pertama dari kegiatan menyimak adalah proses psikomotorik untuk menerima frlombang suara melalui telinga dan mengirimkan implus-implus tersebut ke otak. Proses interaktif ketika otka bereaksi dalam implus-implus tadi untuk mengirimkan sejumlah mekanisme kognitif dan afektif yang berbeda.
Delapan proses kegiatan menyimak menurut Brawn (via iskandarwassis, 2008: 227-228) adalah:
1. PEndengar memproses raw speech dan menyimpan image darinya dalam short memory.
2. PEndengar menentukan tipe dalam peristiwa pembicara yang sedang diproses.
3. PEndengar mencari maksud dan tujuan pembicara
4. Pendengar me-recall latar belakang informasi sesuai dengan konteks subjek masalah yang ada
5. Pendengar mencari arti literal dari pesan yang ia dengar
6. Pendengar menentukan arti yang dimaksud
7. Pendengar mempertimbangkan apakah informasi yang ia terima harus disimpan didalam memorinya atau ditunda
8. Pendengar membentuk pesan-pesan yang harus diterima.
d. Tujuan pembelajaran menyimak
Menurut sami (1993: 98) tujuan pembelajaran menyimak pada semua jenjang pendidikan pada dasarnya dibedakan menjadi dua yaitu:
1.Persepsi, yakni cirri kognitif dari proses mendengarkan yang didasarkan pemahaman ketahuan tentang kaedah-kaedah kebahasaan
2. Resepsi, yaini pemahaman pesan atau penafsiran pesan yang dikehendai oleh pembicara.
Bila halini dijabarkan lagi maka akan dikemukakan tujuan pembelajaran menyimak adalah sebagai berikut:
1. Siswa memiliki ketrampilan mengenai segi kognitif tentang kaidah-kaidah kebahasaan
2. Siswa memiliki ketrampilan mendengar dan mengamati dengan cermat apa yang diucapkan orang kepadanya
3. Siswa mampu mengiungat hubungan apa yang sudah dan sedang dibicarakan orang kepadanya
4. Dapat menghayati danmenagkap bagian-bagian penting suatu pernyataan sehingga dapat menjawab pertanyaan denga tepat
5. Siswa mampu menghubungkan ide-ide yang berbeda dalam suatu diskusi.
e. Teknik pembelajaran menyimak
PEndekatan adalah tindakan asumsi atau pendirian mengenai bahasa dan pembelajaran bahasa atau bias dikatakan ‘falsafah tentang pembelajaran bahasa’. Metode adalah tingkat yang menerapkan teori-teori pada tingkat pendekatan. Teknik (technique) mengacu pada pengertian implementasi kegiatan belajar mengajar.
Tarigan (1986: 52-57) mengemukakan beberapa teknik belajar dalma menyimak :
a. Dengar Ulang Ucap
b. Dengar Tulis (Dikte)
c. Dengar Kerjakan
d. Dengar TErka
e. Memperluas kalimat
f. MEnemukan BEnda
g. Siman BErkata
h. Bisik Berantai
i. MEnyelesaikan cerita
j. Identifikasi kata kunci
k. Indentifikasi Kalimat Topik
l. Menyingkat atau Merangkum
m. Parafrase
n. Menjawab Pertanyaan
KETRAMPILAN BERBICARA
Berbicara adalah salah satu jenis ketrampilan berbahasa ragam lisan yang berifat produktif. MEnurut aliran komunikatif dan prakmatik, ketrampila berbicara dan ketrampilan menyimak berhubungan secara kuat. Interaktif lisan ditandai dengan rutinitas informasi. Ciri lain adalah diperlukanyya seorang pembicara mengagosiasikan makna, mengatur interaktif, siapa harus mengatakan apa, kepada siapa, kaan, dan tentang apa.
Dalam kontek komunikasi pembicara berlaku sebagai pengirim (sender), sedangkan penerima (receiver) adalah penerima wara (message).
a. Ragam berbicara
1. Pidato
Pidato adalah berbicara didepan umum. Jika pidato bersifat ilmia maka dinamakan ceramah. Teks pidato adalah bahan tertlis yang digunakan untuk berpidato atau berceramah. Bila teks tadi dibuat sendiri olrh sang pemidato disebut naskah pidato.
MAnfaat dari teks pidato adalah:
• Kita akan menyampaikan gagasan degan tertib/baik teratur dan lancer
• Kita dapat menyampaikan gagasan dengan bahasa yang baik dan benar mudah dipahami dan sesuai dengan kemampuan pendengar
• Kita dapat menghindari kekurangan atau kealpaan
• Kita memiliki bukti utentik bila sewaktu-waktu diperlukan.
Cara menyusun teks atau bacaan adalah:
1. Bagian awal (pendahuluan)
BAgian ini berfungsi sebgai pengantar atu penarik perhatian yang lazimnya berisi:
• Ucapan salam
• Ucapan penghormatan
• Ucapan puji syukur
• Penegasan bahwa persoalan yang disampaikan memang penting
• Menyampaikan latar belakang masalah
• Subjektifitas tidak perlu ditonjolkan
2. Bagian isi atau tubuh teks
3. Kesimpulan berisi ringkasan mengenai sesuatu yang telah disampaikan.
d. MEmbacakan Teks pidato
1. Masalah artikulasi harus ebnar-benar diperhatikan
2. Maslah intonasi dan asektuasi
Pause (pemberhentian)
Metode berpidato
1. Metode impromptu yaitu berpidato tanpa persiapan
2. Metode teks yaitu cara berpidato denganmenggunakan naskah atau teks
3. Metode menghafal yaitu dengan cara menghafalkan teks
4. Metode ekstemporar yaitu pidato dengan teks yang dibuat secara garis besar
Syarat berpidato
1. Orator memiliki keberanian /tampil didepan umum
2. Orator memiliki ketenangan sikap didepan umum
3. Orator mampu menggunakan bahasa yang baik dan benar
4. Orator menguasai bahan pidato
5. Orator berpenampilan menarik
6. Orator mampu berinteraksi dengan pendengar
2.Diskusi
Pidato berasal dari bahasa latin discutere yangberarti membberka masalah. Dalam arti luas diskusi berarti memberikan jawabab atas pertanyaan atau pembicaraan serius tentang suatu masalah objektif.
Suatu diskusi tidak harus enghasilkan suatu keputusan. Namun sekurang-kurangnya pada akhir diskusi pendengar atau pemirsa memiliki pandangan atau pengetahuan yang lebih jelas mengenai masalah yang didiskusikan.
Bentuk-bentuk diskusi antar lain:
1. Diskusi Fak, diskusi ini bertujuan mengolah suatu bhan secara bersama-sama dibawah bimbingan seorang ahli. Diskusi ini diseenggarakan pada akhir suatu ceramah atau makala yang menguupas tentang suatu masalah dari bidang ilmu tertentu.
2. Diskusi podium adalah penjelasan masalah oleh wakil dari berbagai kelompok dan pendapat atau diskusi yangd iadakan oleh wakil-wakil terpilh bersama dengan atau tanpa plenium.
3. Diskusi forum adalah salah satu bentuk dialog yang sering digunakan dalam bidang politik
4. Diskusi Kasualis adalah penelitianbersama atassuatu masalah kongnrit atau suatu situasi yang mengandung berbagai kemungkinan jalan keluar untuk mencari jalan keluar yang tepat.
5. Diskusi panel adalah diskusi yang dilakukan oleh sekelompo orang untuk membahas suatu topic yang menjadi perhatianumum didepan penonton atau pendengar.
LAngkah-langkah diskusipanel.
Langkah-langkah sebelum diskusi panel:
• Pemimpin peserta harus mendalami masalah yang akan didiskusikan
• LAngkah-langkah pembicara disusun terlebih dahulu antar pemimpin dan peserta
• Setelah masalah didiskusikan,pemimpin hgarus membuat rangkuman seluruh pembicaraan.
PElaksanaan diskusi panel adalah sebagai berikut:
• Perserta duduk ditempata yang telah disediakan
• Hanya pesertayang mendiskusikan masalah
• Pemimpin menjelaskan sesuatu yang harus diketahui oleh pendengar atau peserta
• Peserta harus bebicara seperlunya (5 menit)
• Peserta tidak boleh berbicara seperti ornag yang berpidato
• Pembicara ataupemimpin tidak perlu berdiri
• Peserta harus berbicara dengan jelas dan dipahami oleh penonton/pendengar.
PErsiapan Diskusi
• Persiapan bahan
1. Pesiapan personal
2. Persiapan ruang
Pimpinan Diskusi
Pemimpin diskusi harus fleksisbela dalam memainkan perananya. Pemimpin diskusi seharusnya seorang yang dapat diterima oleh kelompok.
Beberapa norma diskusi yang dapat diubah sesuai dengan kebutuhan dalam diskusi adalah:
• Pemimpin diskusi memegang kendali dalam diskusi
• Pemimpin membuka diskusis secara resmi
• Giliran berbicara diberikan menurut urutan orang yang mengangkat tangan
• Pemimpin juga menentukan urutan lamanya berbicara
• Selama diskusi tema diskusi tidak boleh diubah
• Penceramahdapat selalu diminta untuk memnerikan jawaban atau penjelasan dan apapbila ia ingin berbicara harus diberikan kesempatan
• Pemimpin haris menjaga agar diskusi hanya berkisar pada masalah
• Apabila diskusi berkembang menjadi pertentangan yang hebat maka pemimpin dapat menghentikan
• Sejak awal sudah dijelaskan kapan diskusi akan ditutup
• PAda akhir diskusi setelah penceramah menyampaikan kata-kata penutup, pemimpin rapat merangkum hasil diskusi lalu menutup pertemuan.
PAda setiap diskusi umumnya melewati fase-fase sebagai berikut:
• Perkenalan dan ucapan selamat dating
• Pengantar kedalam diskusi
• Penciptaan situasi salingterpercaya
• Menjelaskan mengenai jalannya diskusi
• Diskusi
• RAngkuman
• Penutup
• PEngolahan Notula
Peserta diskusi, peserta diskusi sebaiknya menghindari sikap agresif dan mengemukakan pendapat atau pikiran sesuai dengan tema pembicaraan.
3. Menyampaikan pengumuman
MEnyampaikan suatu hal yang perlu diketahui oleh khalayak ramai. Ciri-ciri yang harus diperhatkan adalah volume suara harus lebih keras, intonasi yangtepat, dan gaya penampilan yang menarik.
4. Penyampaina Argumentasi
Salah satu untukmenyampaikan argumentasi kerena harus mempertahankan argumentasi adalah dengan cara debat.
5. Bercerita
MAnfaat bercerita diantaranya adlah memberikan hiburan, mengajarkan kebenaran, dan memberika keteladanan.
TErdapat enam jurus mendongeng, yaitu menciptakan suasana akrab, menghidupkan cerita dengan cara memiliki kemampuan teknik membuka cerita, menciptakan suasana dramatic, meutup yang membuat penasaran, kreatif, tanggap denga situasi dan kondisi, konsentrasi total dan iklhas.
6. Musyawarah
Mengandung arti perundingan yaitu membicarakan sesuatu supaya mencapai kata sepakat. Dalam suatu musyawarah dipimpin oleh pemimpin siding yang lazim dikatakan pemimpin siding.
7. Wawancara
MErupakan salah satu ketrampilan berbicara yang dignakan sebagai metode mengumpulkan bahan berita.
Tahap persiapan wawancara dalah sebagai berikut:
a. TAhap persiapan, yaitu menentukan topik pembicaraan atau masalah yang akan ditanyakan
b. TAhap pelaksanaan, dating tepat waktu, memperhatikan penampilan, dating dengan persiapan dan pengetahuan masalah, mengemukakan maksud dan tujuan wawancara, dll.
C.Teknik BElajar Berbicara
Rancangan program pembelajaran untuk mengembangkan ketrampilan berbicara dan memberikan pemenuhan kebutuhan yang berbeda.KEgiatan-kegiatan tesebut antara lain adalah sebagai berikut:
1. Aktifitas pengembangan ketrampilan berbicara secara umum
2. aktifitas mengembangkan ketrampilan berbicara secara khusus untuk membentuk model, diksi dan ucapan danmengurangi pengguanaan bahasa nonstandard.
3. Aktifitas dalam mengatasi masalah yang memerlukan keahlian khusus,
Tujuanketrampilan berbicara akan mencangkup hal-hal sebagai berikut:
1. KEmudahan berbicara
2. kejelasan
3. BErtanggung jawab
4. Memupuk pendengaran yang kritis
5. Membenuk kebiasaan
KETRAMPILAN MEMBACA
A. Hakekat membaca sebagai aspek ketrampialn berbahasa
Membaca pada pross hakekatnya adalah decoding oleh penerima pesan, yaitu prosesmemaknai bentuk-bentuk bahasa tertulis sehinga pesan yang disampaika oleh pengirim pesan dapat diterima secarahbutuh. JIka menulis merupaka suatu ketrampianproduktif dengan menggunakantulisan membaca adalah ketrampilan reseprif bahasa tulis.
Berdasarkan lingkupnya terdapat tiga macam pengertianmembaca yaitu:
• Pengertian pembaca sempit yaitu pengertian yang mengangap pembaca adalah proses mengenal symbol-simbol menulis
• Pengertian yang agal luas, pengertian ini memfokuskan pada prosses pemahaman makna atau isi bacaan
• Pengertian luas, memandang embaca mengikuti proses atau kegiatan memberikan respon kritis-kreatif, terhadap bacaan dalam menemukan signifikasi, nilai, fungsi, dan hubungan isi bacaan itu dengan suatu kehidupan yang lebih uas serta dampak dari masalah yang dipaparkanpengarang.
MAnfaat membaca adalah kita dapat mengetahui peristiwa-peeristiwa waktu lampu atau waktu sekarang ditempat lain atau berbagai cerita yangmenarik tentang kehidupan dunia saat ini.
B. Ragam membaca
Beberapa tuuan membaca:
1. Untuk mengetahui penemuan-enemuan yang dilakukan oleh seorang tokoh
2. untuk mengetahui mengapa topic tersebut merupakan topic yang baik dan menarik
3. Untuk mengetahui apa yangterjadi pada setiap bagian cerita
4. menemukan dan mengetahui mengapa para tokoh merasakan seperti cara mereka itu
5. Untuk mengetahuo apa-apa yang tidak wajar atautidak biasa mengenai tokoh
6. Untuk menemukan apakah sang tokoh dapat berhasil dan hidup dalam ukuran-ukuran tertentu
7. Membaca untukmenemukan bagaimana sang tokoh berubah
1. Membaca intensif adalah embaca yang dilakukan dengan hati-hati dan teliti sekali dan biasanya cara membacanya lambat-lambat
Tujuan:
2. Membaca kritis, membaca yang dilakukan secara bijak tidak hanya mencari kesalahan belaka
3. Membaca cepat, mencangkup dua jenis kegiatan yaitu skiming dan scaning, Skiming artinya membaca untuk menemukan sesuatu yang diperlukan. Sedangkan Scaning artinya membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain-lain.
Biasanya orang yang membaca terlalu lambat dikarenakan oleh:
• Kebiasaan lama yang telah mendarah daging yang dibawa sejak kecil
• Persepsinya kurang sehingga lambat untuk menginterprestasikan apa yang dibaca
• Tidak agresif dalam usahanya memahami arti bacaan dan tidak konsentrasi.
KArena keterbatasanya memungkinkan belum memanipulasi arti kata dan susunan kata itu dalam kalimat, maka wantu embaca anak sering melakukan kebiasaan:
• Menggunakan bibir untuk melafalkan kata yang dibaca
• Menggerakankepala dari kiri kekanan
• MEnggunakan jari atau benda lain untuk menunjuk kata demi kata.
HAmbatan lain adalahregresi atau kebiasaan mengulang beberapa kata kebelakang dan subvokalisasi atau menghafalkan kata dalam bati.
a. Vokalisasi
Pencegahan dengan tiuplah bibir seperti bersiul sementara membaca dan letakan tangan di leher tidak boleh terasa getaran
b. Gerakan bibir
c. Gerakan kepala
Pencegahan denga cara:
• Letakan ujung jari kepipi dan sandarkan stangn kemeja selama membaca
• Tangan memegang dagu seperti ,memegang jenggot
• Letakan ujung telunjuk jari dihidung
d. MEnunjuk dengan jari
Pencegahanya denagn kedua tangan memegang buku yang dibaca atau memasukan tangan kesaku selama membaca.
e. Regresi
Pencegahanya denga cara
• Tanamkan percaya diri
• HAdapi bahan bacaan
• Teruskan baca saja sampai kalimat selesai
f. Subfokalisasi
Adalah menghafalkan kata-kata dalam pikiran yang dilakukan pembaca dalam kesepatan tinggi.
4. Membaca untuk keperluan praktis
MEmbaca digunakan sebagai sarana memahami setuiap bacaan yang perlu untuk dibaca dengan praktis, sesuai dengan kebutuhan masing-masing atau tujuan yang hendak dicapai oleh pembaca.
5. Membaca untuk kuperluan studi
Membaca untuk memahami isi buku secara keseluruhan, baik pikiran pokok maupun pikiran penjelas sehingga pemahaman yang kooperatif (mendalam dan utuh) tentantg isi buku tercapai.
BErdasarkan bentuk umum kegiatan membaca dibedakan dua jenis kegiatan yaitu membaca hati dan membaca bersuara. Membaca dalam hati adalah mengandalkan kemampuan visual, pemahaman serta ingatan dalam memahami bacaan tanpa mengeluarlkansuara dari bibir. Membaca bersuara adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara melafalkan setiap kata, kelompok kata dan kalimat dari bacaan yang kta hadapi.
Macam-macam membaca menurut
Membaca nyaring
Kegiatan yang merupakan alat bagi giuru,murid atau pembaca bersama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi pikiran dan haruslah mengenai makna yang terkandung dalam bacaan.
Membaca dalam hati
MEmbaca tanpa mengeluarkan suara dan yang aktif adalah mata dan otak atau kognisi saja.
Membaca ekstensif
Membaca secara luas untuk memahami isi yang penting-penting saja
Membaca intensif
Membaca yang dilakukan secara seksama dengan tujuan mengasah kemampuan membaca secara kritis.
Membaca survey
Membaca dengan tujuan mengetahui gambaran umum mengenai isi dan ruang lingkup dari bacaan.
Membaca sekilas
Membaca yang membuat mata kita bergerak cepat dengan melihat dan memperhatikan barang tertulis untuk mendapat informasi secara tepat.
Membaca dangkal
Membaca untuk memperoleh pemahaman yang dangakal
Menbaca teliti
MEmbaca secara seksama dengan tujuan untu memahami secara detail gagasan-gagasan yang terdapat dalam teks bacaan tersebut
Membaca pemahaman
Bertujuan memahami standar-standar atau norma- norma kesastraan, resensi kritis, darama tulis dan pla-pola fiksi.
Membaca kritis
Membaca yang dilakukan secar bijaksana, penuh tenggang hati dan mendalam, evaluatif serta analisis.
Membaca ide
Menbaca denga tujuan mencari,memperoleh, memanfaatkan ide-ide yangterdapat dalam bacaan
Membaca bahasa
KEgiatan yangbertujuan untuk memperperbesar daya kata dan untuk mengembangkan kosa kata
Membaca sastra
Kegiatan untuk membaca karya sastra baik dalam hubungannya dengan kepentingan apresiasi maupun dalam hubungannya dengankepentingan studi atau kepentingan pengkajian.
C Teknik Membaca
1. TEknik membaca Pre Reading PlanI
Dikembangkan oleh Langer pada tahun 1981 dengan tujuan memberi kesempatanpa da murid untuk menemukan gagasan yang ada dalam bacaan dan memperluas gagasanb tersebut serat mengefaluasi, daqn menyediakan suatu prosedur bagi guru untuk mengukur kemampuan murid sebelum membaca mengenai suatu topic khusus.
Prosedur penggunaan teknik PReP
MEnggunakan teknik PReP mengandung dua kegiatan yaitu melibatkan murid-murid atau mahasiswa dalam diskusi kelompok dan menganalisis tanggapan murid atau mahasiswa
Metode SQ3R
Langakah-langkahnya adalah :
1.urvey (MEnelaah terlebih dahulu)
2. Question (bertanya)
3.Read (membaca)
4. Recite (mengutarakan kembali)
5. Review (mengulang kembali)
KEuntungan dan manfaat darimenggunakanmetode tersebut Adalah:
• Dengan mensurvey buju terlebih dahulu kita akan pemahaman terhadap buku tersebut.
• Pertanyaan yang telah disusunmembantu kita untuk membaca dengan tujuan mencari jawaban-jawaban yang penting
• Dapat melakukankegiatamembaca lebih cepat
• Catatan dari buku ynag dibaca dapat membantu kita memahami secara cepat dan membantu ingatan kita
• Melalui langkah terakhir kita akan mmperoleh penguasaan bulat.
Pembelajaran pembaca dan pembinaannya
1.Tugas dan tujuan umum pembelajaran pemabca:
Tugas umunya adalah membina siswa dalam membaca meliputi tiga hal yaitu
a. membina siswa memiliki kemampuan respon komunikatifterhadap kata-kata, memberi respon interprestatif, memberi respon evaluatif imaginative.
b. Membina pengetahuan siswa tentang niali serta fungsi membaca dan pengetahuan siswa tetntang cara-cara membaca.
c. Membina siswa agar memiliki sikap positif terhadap membaca dan terhadap belajar membaca.
Tujuan dari membaca adalah adar siswa memiliki:
a. kemampuan yang baik dalam membaca yang tersurat, tersiratdan tersorot dari macam-macam tulisan yang dibacabya
b. mengetahui yang sahih tentang nilai dan fungsi membaca
c. sikap yang positif terhadap membaca dan belajaarmmbaca
2.MAcam-macam belajar membaca
a. Berdasarkan bentuk umum membaca
• membaca nyaring
• membaca dalam hati
b.Berdasarkan sifat umum membaca
• pembelajaranmembaca dasaryang bertjuanmembina siswa menguasai dasar-dasar membaca
• pembelajaran pembaca lanjut yang bertujuan untuk membina siswa menguasaibrbagai kemampuan membaca yang patut dimiliki oleh pembaca yang baik
c.Bedasarkan tahapan-tahapan pembelajaran pembaca
• belajar pembaca pemula
• belajar pembac lanjut
d. Macam-macam pembelajaran bahasa yang selama inipernah dikembangkan di Indonesia
• PEmbelajaran pembacaaan permulaan
• Pembelajaran membaca nyaring
• Pembelajaran membaca dalam hati
• Pemahaman membaca pemahaman
• Pembelajaran membaca bahasa
• PEmbelajaran membaca cepat
• PEmbelajarn membaca kritia
• PEmbelajaran membaca apresiasif
e. Pembelajaran membaca brdasarkan tujuan:
• Pembelajaran membaca pengembangan
Ketrampilanmembaca siswa meliputi dua kelompok kemampuan yaitu kemampuan menguasai mekanisme pembaca dan memahami bacaan secara komprehensif.
• Belajar membaca fungsional
Kemampuan belajar ini membina kemampuan siswa untuk menggunakan membaca sebgai alat belajar, meliputi:
a. Kemampuan menemukan informasi
b. Kemampuan memahamiistilah-istilah teknis
c. KEmampuan memahami uraian teknis
d. Kemampuan menata hasil pembaca
e. Kemapuan menysun komentar
f. Kemampuan membaca rekresional
Jenis kemampuanynag patut dikembangkan membaca rekresional adalah:
1. kemampuan menikmati bacaan untuk mengisi wakt luang
2. kemampuan memilih bacaan yang tepat
3. kemampuan menyalurkn minat dan perhatian dengan memmbaca
4. kemampuan mematangkan minat pembaca
5. kemampuan menampilkan sesuatu prestasi dari hasil membaca.
Teknik Belajar Membaca
1. Lihat dan baca
Contoh :Fonem,kata, kalimat,
2. Menyusun kalimat
Meliputi: melengkapi kalimat, memperluas kalimat,subtitusi
3. MEnyempurnakan paragraph
KETRAMPILAN MENULIS
Menulis merupakan suatu ketrampilan bahasa yang digunakan untu berkomunikasi secaratepat langsung, tidak secaratatap mukadenganorang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan produktif dan ekspresif.
Fungsi utama dari kegiatan menulis adalah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung. Sedangkan fungsi yang lain adalah untuk memudahkan para pelajar berfikir, menolong kita berfikir secara kritis, memudahkan merasakan dan menikmati hubungan-hubungan, memperdalam daya tanggap dan persepsi kita, memecahkan masalah-masalah yang kita hadapi, menyusun urutan bagi pengalaman, dan dapat emmbantu kita menjelaskanpikira-pikiran kita.
PEnulis yang ulung adalah penulis yang dapat memanfaatkan situasi dengan tepat. Situasi yang harus diperhatikan dan dimanfaatkan adlah:
• MAksud dan tujuan sang penulis
• Waktu dan kesempatan
Hugo HArtig (via tarigan, 1982: 26) merangkum tujuan menulis adalah sebagai berikut:
• Assigment purpose (tujuan penugasan)
Penulis menullis sesuaitu atas kemauan sendiri
• Altruistik purpose (tujuan altruistic)
BErtujuan menyenangkan para pembaca
• Persuasive purpose ( Tujuan persuasive)
BEtujuan meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan.
• Informational purpose ( Tujuan informational, tujuanpenerangan)
BEtujuanmemberi informasi atau keterangan kepada pembaca
• Self expresife purpose (Tuuanmenyatakan diri)
Betujuan untuk mengenalkan atau menyatalkan diri sang pengarang kepada para pembaca.
• Creative purpose (tuuan kreatif)
Bertujuan menyatakan diri dan melibatkan diri dengan keinginan untuk mencapai norma artistic, atau seni yang ideal, seni idaman.
• Problem solving purpose
Sang penulis inging memecahkan masalah yang dihadapi.
Ragam tulisan antara lain:
• Narasi : menceritakan rangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu
Ada dua jenis :
1.rasi eksponsitoris:menginformasikan peristiwa dengan ahasa yang lugas dan konfliknya tidak terlalu kelihatan.
2.rasi artistic tau literel
• Deskripsi: karangan yang melkiskan tau menggambaran suatu obyek apa adanya.
• Eksposisi: bertujuan menambahkan pengetahuan bagi para pembaca dengan cara memaparkan informasi secara lebih akurat
• Argumentasi: bertujuanmempengaruhi pembaca denagn buti-bukti, alas an, atau pendapat yang akurat sehingga gagasan yang dikemukakan oleh penulis dapat diyakini oleh pembaca.
Beberapa hal yang perlu diketahui dalam kegiatan menulis:
1. Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membahas satu topik
a. BErdasarkan letak utam paragraph:
1. Deduktif (kalimat pokok diawal)
2. Induktif (kalimat topikdibelakang)
3. Kalimat variatif atau campuran
4. Paragraf naratif (pikiranutama tidak dinyatakan secara jlas)
5. Interaktif (Penjelasan-umum-penjelasan)
Berdasarkan fungsinya:
1.Paragraf pembuka
2.paragraf penghubung
3. Paragraf penutup
2. KErangka karanagn: karangan yang sudah diatur secara sistematis
3. LAngkah-langkah menyusunkarangan:
1. catat semua ide
2. Seleksi ide-ide secaratepat
3. Uarutkan ide-idesecara tepat
4. Kelompokkan ide-ide berdekatan pada suatu heding
5. LAngkah seleksi sudah dikerjakan
4. Pengembangan kerangka karangan
1. Pendahuluan bersifat menjelaskan dan mendorong
2.BAtang tubuh sebagai isi karangan
3. BAgian penutup
TEknik menulis dikembangkan dengan cara
• Sering menulis berdasarkan kegunaan
• Memahami fakta bahwa menulis adalah menengok kembalai
• Memperoleh pengalaman editing yang akanbermanfaat
• Mempublikasikan tulisan
Gramar atau tata bahasa , retorika, dan logika adalah dasardasar yang membangun proses rel learning dan self-knowledge artinya semuanya adalah dasar bagi pengembanganproses beljar yangnyata dan bagi perkembangan karier pribadi seseorang.
Menulis adalah kemampuanyang tidak boleh ditinggalkan atas dasar tiga pi;ar utama yaitu sebagai beriku:
1.tifitas menulis yang telah merubah dunia
2. Aktifitas menulis telah secara nyata memperkaya kehidupan politik setiap Negara
3. menulis juga bias mengungkapkan secara mendalam berbagai hal yang seringa kali orang tidak melihatnya.
Menyimak adalah merupakan salah satu ketrampilan berbahasa yang bersifat reseptif.
Menyimak sangat dekat maknanay dengan mendengar dan mendengarkan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (2003: 1066), pengertian menyimak yaitu mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang. Padas umber yang sama (2003: 251), pengertian mendengar yaitu dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga. Sadar atau tidak kalau ada bunyi , alat pendengaran kita akan menangkap atau mendengar bunyi-bunyi tersebut. Mendengar adlah mendengarkan akan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh.
Dalam menyimak actor kesengajaan cukup besar, lebih besar dari pada mendengarkan karena dalam kegiatan menyimakada usaha memahami apa yang disampaikan pembicara, sedangkan dalam kegiatanmendengar tingkat pemahaman belum dilakukan. Pintamtiyas tiring (1983: 11) bahwa menyimak adalah mendengar denagn pemahaman atau pengertian,bahkan sampai ketingkat apresiasi. Menyimak merupakan suatu proses yang aktif.
Menyimak tidak dapat melakukan respon seperti halnya yang diungkapkan oleh Bistok (via sutarti, dkk, 1997: 21) bahwa menyimak adalah suatu rentetan proses , mulai dari prosesmengidentifikasi bunyi, menyusun penafsiran, menyimpan, dan menghubungkan penafsiran itu dengan seluruh pengetahuan dan pengalaman.
Unsur dasar yang fundamental yang mewujudkan adanya suatu peristiwa atau kegiatan menyimak yaitu : pembicara sebagai sumber pesan, penyimak sebagai penerima pesan, bahan simakan sebagai unsure konsep, dan bahan lisan sebagai media. (Sutari,dkk, 1997: 42).
Faktor-faktor lain menurut tarigan (2996: 98), factor tersebut antara lain adalah factor fisik, psikologis, pengalaman, sikap, motifasi, jenis kelamin, lingkungan, dan peranan masyarakat.
Sutari, dkk ( 1997: 22) mengemukakan bahwa tinggi rendahnya tingkat perhatian, pikiran, penalaran, penafsiran, imajinasi, menyimak tergantung pada tujuan dalam kegiatan menyimak ang dilakukan orang pada umumnya, yaitu mendapatkan fakta, menganaliis fakta, mengefaliasi atau informasi yang ada, mendapat inspirasi, mendapat hiburan, dan memperbaiki kemampuan berbicara.
Ragam Menyimak
MEnurut Tarigan (2006: 35), keanekaragaman adalah sebagai berikut:
Secara garis besarmenyimsk dibedakanmenjadi dua, yaitu:
a. MEnyimak ekstensis adalah jenis kegiatan menyimak yangmengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran tidak perlu dibawah bimbinga langsung seorang guru. Menyimak ekstensif terdiri dari:
1. Menyimak social (Social listening) atau conversation. Adalah menyimak yang biasanya berlangsung dalam situasi situasi social tempat orang-orangmengobrol atau bercengkrama mengenali hal-hal yang menarik.
2. Menyimak sekunder (secondary listening) adalah sejenis kegiatanmenyimak kebetulan (casual listening) dan secara ekstensif (ekstessive listening)
3. Menyimak ekstentik (aesthentik listening) atau menyimak apresiatif adalah fase terakhir dalam kegiatan menyimak kebetulan dan termasuk dalammenyimak ekstensif.
4. Menyimak pasif (passive listening) adalah suatu ujaran tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya-upaya kita pada saat belajar dengan kurang.
b. Menyimak intensif
Adalah jenis menyimak yang pelaksanaannya diarahkan pada suatu kegiatan yang lebih diawasi. MEnyimak intensif terdiri atas:
1. MEnyimak kritis (critical listening) upaya menymak untuk mencari kesalahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara, dengan alas an yang kuat dan dapat diterima akal sehat.
2. MEnyimak kreatif (creative listening) kegiatanmenyimak yang dapat mengakibatkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi,penglihatan, gerakan, serta perasaan-perasan kinestetik yang disarankan oleh apa-apa yang disimak.
3. MEnymak eksplratif yaitu kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuanmenyelidiki sesuatu lebih terarah dan sempit.
4. Menyimak interogratif (interrogative listening) kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi pemusatan perhatian, dan pemilihan butir-butir daru ujaran sang pembicara.
5. MEnyimak selektif yaitu menyimak yang dilakukan sebagai pelengkap kegiatan menyimak pasif guna mengimbangi isolasi cultural.
6. MEnyimak konstratif (cocentrativve listening) adalah menymak yang kegiatanya sejenis dengan menelaah.
Kegiata yang tercangkup dalam menyimak konsentratif adalah:
• MEngikuti petunjuk yang terdapat dalam pembicaraan
• MEncari dan merasakan hubungan
• Mendapat atau memperoleh informasi-informasi tertentu
• Memperoleh pemahaman dan pengertian yang mendalam
• Merasakan serta menghayati ide sang pembicara
• Memahami urutan-urutan ide sang pembicara
• Mencari dan mencatat fakta-fakta penting
c. Teknik menyimak
LAngkah pertama dari kegiatan menyimak adalah proses psikomotorik untuk menerima frlombang suara melalui telinga dan mengirimkan implus-implus tersebut ke otak. Proses interaktif ketika otka bereaksi dalam implus-implus tadi untuk mengirimkan sejumlah mekanisme kognitif dan afektif yang berbeda.
Delapan proses kegiatan menyimak menurut Brawn (via iskandarwassis, 2008: 227-228) adalah:
1. PEndengar memproses raw speech dan menyimpan image darinya dalam short memory.
2. PEndengar menentukan tipe dalam peristiwa pembicara yang sedang diproses.
3. PEndengar mencari maksud dan tujuan pembicara
4. Pendengar me-recall latar belakang informasi sesuai dengan konteks subjek masalah yang ada
5. Pendengar mencari arti literal dari pesan yang ia dengar
6. Pendengar menentukan arti yang dimaksud
7. Pendengar mempertimbangkan apakah informasi yang ia terima harus disimpan didalam memorinya atau ditunda
8. Pendengar membentuk pesan-pesan yang harus diterima.
d. Tujuan pembelajaran menyimak
Menurut sami (1993: 98) tujuan pembelajaran menyimak pada semua jenjang pendidikan pada dasarnya dibedakan menjadi dua yaitu:
1.Persepsi, yakni cirri kognitif dari proses mendengarkan yang didasarkan pemahaman ketahuan tentang kaedah-kaedah kebahasaan
2. Resepsi, yaini pemahaman pesan atau penafsiran pesan yang dikehendai oleh pembicara.
Bila halini dijabarkan lagi maka akan dikemukakan tujuan pembelajaran menyimak adalah sebagai berikut:
1. Siswa memiliki ketrampilan mengenai segi kognitif tentang kaidah-kaidah kebahasaan
2. Siswa memiliki ketrampilan mendengar dan mengamati dengan cermat apa yang diucapkan orang kepadanya
3. Siswa mampu mengiungat hubungan apa yang sudah dan sedang dibicarakan orang kepadanya
4. Dapat menghayati danmenagkap bagian-bagian penting suatu pernyataan sehingga dapat menjawab pertanyaan denga tepat
5. Siswa mampu menghubungkan ide-ide yang berbeda dalam suatu diskusi.
e. Teknik pembelajaran menyimak
PEndekatan adalah tindakan asumsi atau pendirian mengenai bahasa dan pembelajaran bahasa atau bias dikatakan ‘falsafah tentang pembelajaran bahasa’. Metode adalah tingkat yang menerapkan teori-teori pada tingkat pendekatan. Teknik (technique) mengacu pada pengertian implementasi kegiatan belajar mengajar.
Tarigan (1986: 52-57) mengemukakan beberapa teknik belajar dalma menyimak :
a. Dengar Ulang Ucap
b. Dengar Tulis (Dikte)
c. Dengar Kerjakan
d. Dengar TErka
e. Memperluas kalimat
f. MEnemukan BEnda
g. Siman BErkata
h. Bisik Berantai
i. MEnyelesaikan cerita
j. Identifikasi kata kunci
k. Indentifikasi Kalimat Topik
l. Menyingkat atau Merangkum
m. Parafrase
n. Menjawab Pertanyaan
KETRAMPILAN BERBICARA
Berbicara adalah salah satu jenis ketrampilan berbahasa ragam lisan yang berifat produktif. MEnurut aliran komunikatif dan prakmatik, ketrampila berbicara dan ketrampilan menyimak berhubungan secara kuat. Interaktif lisan ditandai dengan rutinitas informasi. Ciri lain adalah diperlukanyya seorang pembicara mengagosiasikan makna, mengatur interaktif, siapa harus mengatakan apa, kepada siapa, kaan, dan tentang apa.
Dalam kontek komunikasi pembicara berlaku sebagai pengirim (sender), sedangkan penerima (receiver) adalah penerima wara (message).
a. Ragam berbicara
1. Pidato
Pidato adalah berbicara didepan umum. Jika pidato bersifat ilmia maka dinamakan ceramah. Teks pidato adalah bahan tertlis yang digunakan untuk berpidato atau berceramah. Bila teks tadi dibuat sendiri olrh sang pemidato disebut naskah pidato.
MAnfaat dari teks pidato adalah:
• Kita akan menyampaikan gagasan degan tertib/baik teratur dan lancer
• Kita dapat menyampaikan gagasan dengan bahasa yang baik dan benar mudah dipahami dan sesuai dengan kemampuan pendengar
• Kita dapat menghindari kekurangan atau kealpaan
• Kita memiliki bukti utentik bila sewaktu-waktu diperlukan.
Cara menyusun teks atau bacaan adalah:
1. Bagian awal (pendahuluan)
BAgian ini berfungsi sebgai pengantar atu penarik perhatian yang lazimnya berisi:
• Ucapan salam
• Ucapan penghormatan
• Ucapan puji syukur
• Penegasan bahwa persoalan yang disampaikan memang penting
• Menyampaikan latar belakang masalah
• Subjektifitas tidak perlu ditonjolkan
2. Bagian isi atau tubuh teks
3. Kesimpulan berisi ringkasan mengenai sesuatu yang telah disampaikan.
d. MEmbacakan Teks pidato
1. Masalah artikulasi harus ebnar-benar diperhatikan
2. Maslah intonasi dan asektuasi
Pause (pemberhentian)
Metode berpidato
1. Metode impromptu yaitu berpidato tanpa persiapan
2. Metode teks yaitu cara berpidato denganmenggunakan naskah atau teks
3. Metode menghafal yaitu dengan cara menghafalkan teks
4. Metode ekstemporar yaitu pidato dengan teks yang dibuat secara garis besar
Syarat berpidato
1. Orator memiliki keberanian /tampil didepan umum
2. Orator memiliki ketenangan sikap didepan umum
3. Orator mampu menggunakan bahasa yang baik dan benar
4. Orator menguasai bahan pidato
5. Orator berpenampilan menarik
6. Orator mampu berinteraksi dengan pendengar
2.Diskusi
Pidato berasal dari bahasa latin discutere yangberarti membberka masalah. Dalam arti luas diskusi berarti memberikan jawabab atas pertanyaan atau pembicaraan serius tentang suatu masalah objektif.
Suatu diskusi tidak harus enghasilkan suatu keputusan. Namun sekurang-kurangnya pada akhir diskusi pendengar atau pemirsa memiliki pandangan atau pengetahuan yang lebih jelas mengenai masalah yang didiskusikan.
Bentuk-bentuk diskusi antar lain:
1. Diskusi Fak, diskusi ini bertujuan mengolah suatu bhan secara bersama-sama dibawah bimbingan seorang ahli. Diskusi ini diseenggarakan pada akhir suatu ceramah atau makala yang menguupas tentang suatu masalah dari bidang ilmu tertentu.
2. Diskusi podium adalah penjelasan masalah oleh wakil dari berbagai kelompok dan pendapat atau diskusi yangd iadakan oleh wakil-wakil terpilh bersama dengan atau tanpa plenium.
3. Diskusi forum adalah salah satu bentuk dialog yang sering digunakan dalam bidang politik
4. Diskusi Kasualis adalah penelitianbersama atassuatu masalah kongnrit atau suatu situasi yang mengandung berbagai kemungkinan jalan keluar untuk mencari jalan keluar yang tepat.
5. Diskusi panel adalah diskusi yang dilakukan oleh sekelompo orang untuk membahas suatu topic yang menjadi perhatianumum didepan penonton atau pendengar.
LAngkah-langkah diskusipanel.
Langkah-langkah sebelum diskusi panel:
• Pemimpin peserta harus mendalami masalah yang akan didiskusikan
• LAngkah-langkah pembicara disusun terlebih dahulu antar pemimpin dan peserta
• Setelah masalah didiskusikan,pemimpin hgarus membuat rangkuman seluruh pembicaraan.
PElaksanaan diskusi panel adalah sebagai berikut:
• Perserta duduk ditempata yang telah disediakan
• Hanya pesertayang mendiskusikan masalah
• Pemimpin menjelaskan sesuatu yang harus diketahui oleh pendengar atau peserta
• Peserta harus bebicara seperlunya (5 menit)
• Peserta tidak boleh berbicara seperti ornag yang berpidato
• Pembicara ataupemimpin tidak perlu berdiri
• Peserta harus berbicara dengan jelas dan dipahami oleh penonton/pendengar.
PErsiapan Diskusi
• Persiapan bahan
1. Pesiapan personal
2. Persiapan ruang
Pimpinan Diskusi
Pemimpin diskusi harus fleksisbela dalam memainkan perananya. Pemimpin diskusi seharusnya seorang yang dapat diterima oleh kelompok.
Beberapa norma diskusi yang dapat diubah sesuai dengan kebutuhan dalam diskusi adalah:
• Pemimpin diskusi memegang kendali dalam diskusi
• Pemimpin membuka diskusis secara resmi
• Giliran berbicara diberikan menurut urutan orang yang mengangkat tangan
• Pemimpin juga menentukan urutan lamanya berbicara
• Selama diskusi tema diskusi tidak boleh diubah
• Penceramahdapat selalu diminta untuk memnerikan jawaban atau penjelasan dan apapbila ia ingin berbicara harus diberikan kesempatan
• Pemimpin haris menjaga agar diskusi hanya berkisar pada masalah
• Apabila diskusi berkembang menjadi pertentangan yang hebat maka pemimpin dapat menghentikan
• Sejak awal sudah dijelaskan kapan diskusi akan ditutup
• PAda akhir diskusi setelah penceramah menyampaikan kata-kata penutup, pemimpin rapat merangkum hasil diskusi lalu menutup pertemuan.
PAda setiap diskusi umumnya melewati fase-fase sebagai berikut:
• Perkenalan dan ucapan selamat dating
• Pengantar kedalam diskusi
• Penciptaan situasi salingterpercaya
• Menjelaskan mengenai jalannya diskusi
• Diskusi
• RAngkuman
• Penutup
• PEngolahan Notula
Peserta diskusi, peserta diskusi sebaiknya menghindari sikap agresif dan mengemukakan pendapat atau pikiran sesuai dengan tema pembicaraan.
3. Menyampaikan pengumuman
MEnyampaikan suatu hal yang perlu diketahui oleh khalayak ramai. Ciri-ciri yang harus diperhatkan adalah volume suara harus lebih keras, intonasi yangtepat, dan gaya penampilan yang menarik.
4. Penyampaina Argumentasi
Salah satu untukmenyampaikan argumentasi kerena harus mempertahankan argumentasi adalah dengan cara debat.
5. Bercerita
MAnfaat bercerita diantaranya adlah memberikan hiburan, mengajarkan kebenaran, dan memberika keteladanan.
TErdapat enam jurus mendongeng, yaitu menciptakan suasana akrab, menghidupkan cerita dengan cara memiliki kemampuan teknik membuka cerita, menciptakan suasana dramatic, meutup yang membuat penasaran, kreatif, tanggap denga situasi dan kondisi, konsentrasi total dan iklhas.
6. Musyawarah
Mengandung arti perundingan yaitu membicarakan sesuatu supaya mencapai kata sepakat. Dalam suatu musyawarah dipimpin oleh pemimpin siding yang lazim dikatakan pemimpin siding.
7. Wawancara
MErupakan salah satu ketrampilan berbicara yang dignakan sebagai metode mengumpulkan bahan berita.
Tahap persiapan wawancara dalah sebagai berikut:
a. TAhap persiapan, yaitu menentukan topik pembicaraan atau masalah yang akan ditanyakan
b. TAhap pelaksanaan, dating tepat waktu, memperhatikan penampilan, dating dengan persiapan dan pengetahuan masalah, mengemukakan maksud dan tujuan wawancara, dll.
C.Teknik BElajar Berbicara
Rancangan program pembelajaran untuk mengembangkan ketrampilan berbicara dan memberikan pemenuhan kebutuhan yang berbeda.KEgiatan-kegiatan tesebut antara lain adalah sebagai berikut:
1. Aktifitas pengembangan ketrampilan berbicara secara umum
2. aktifitas mengembangkan ketrampilan berbicara secara khusus untuk membentuk model, diksi dan ucapan danmengurangi pengguanaan bahasa nonstandard.
3. Aktifitas dalam mengatasi masalah yang memerlukan keahlian khusus,
Tujuanketrampilan berbicara akan mencangkup hal-hal sebagai berikut:
1. KEmudahan berbicara
2. kejelasan
3. BErtanggung jawab
4. Memupuk pendengaran yang kritis
5. Membenuk kebiasaan
KETRAMPILAN MEMBACA
A. Hakekat membaca sebagai aspek ketrampialn berbahasa
Membaca pada pross hakekatnya adalah decoding oleh penerima pesan, yaitu prosesmemaknai bentuk-bentuk bahasa tertulis sehinga pesan yang disampaika oleh pengirim pesan dapat diterima secarahbutuh. JIka menulis merupaka suatu ketrampianproduktif dengan menggunakantulisan membaca adalah ketrampilan reseprif bahasa tulis.
Berdasarkan lingkupnya terdapat tiga macam pengertianmembaca yaitu:
• Pengertian pembaca sempit yaitu pengertian yang mengangap pembaca adalah proses mengenal symbol-simbol menulis
• Pengertian yang agal luas, pengertian ini memfokuskan pada prosses pemahaman makna atau isi bacaan
• Pengertian luas, memandang embaca mengikuti proses atau kegiatan memberikan respon kritis-kreatif, terhadap bacaan dalam menemukan signifikasi, nilai, fungsi, dan hubungan isi bacaan itu dengan suatu kehidupan yang lebih uas serta dampak dari masalah yang dipaparkanpengarang.
MAnfaat membaca adalah kita dapat mengetahui peristiwa-peeristiwa waktu lampu atau waktu sekarang ditempat lain atau berbagai cerita yangmenarik tentang kehidupan dunia saat ini.
B. Ragam membaca
Beberapa tuuan membaca:
1. Untuk mengetahui penemuan-enemuan yang dilakukan oleh seorang tokoh
2. untuk mengetahui mengapa topic tersebut merupakan topic yang baik dan menarik
3. Untuk mengetahui apa yangterjadi pada setiap bagian cerita
4. menemukan dan mengetahui mengapa para tokoh merasakan seperti cara mereka itu
5. Untuk mengetahuo apa-apa yang tidak wajar atautidak biasa mengenai tokoh
6. Untuk menemukan apakah sang tokoh dapat berhasil dan hidup dalam ukuran-ukuran tertentu
7. Membaca untukmenemukan bagaimana sang tokoh berubah
1. Membaca intensif adalah embaca yang dilakukan dengan hati-hati dan teliti sekali dan biasanya cara membacanya lambat-lambat
Tujuan:
2. Membaca kritis, membaca yang dilakukan secara bijak tidak hanya mencari kesalahan belaka
3. Membaca cepat, mencangkup dua jenis kegiatan yaitu skiming dan scaning, Skiming artinya membaca untuk menemukan sesuatu yang diperlukan. Sedangkan Scaning artinya membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain-lain.
Biasanya orang yang membaca terlalu lambat dikarenakan oleh:
• Kebiasaan lama yang telah mendarah daging yang dibawa sejak kecil
• Persepsinya kurang sehingga lambat untuk menginterprestasikan apa yang dibaca
• Tidak agresif dalam usahanya memahami arti bacaan dan tidak konsentrasi.
KArena keterbatasanya memungkinkan belum memanipulasi arti kata dan susunan kata itu dalam kalimat, maka wantu embaca anak sering melakukan kebiasaan:
• Menggunakan bibir untuk melafalkan kata yang dibaca
• Menggerakankepala dari kiri kekanan
• MEnggunakan jari atau benda lain untuk menunjuk kata demi kata.
HAmbatan lain adalahregresi atau kebiasaan mengulang beberapa kata kebelakang dan subvokalisasi atau menghafalkan kata dalam bati.
a. Vokalisasi
Pencegahan dengan tiuplah bibir seperti bersiul sementara membaca dan letakan tangan di leher tidak boleh terasa getaran
b. Gerakan bibir
c. Gerakan kepala
Pencegahan denga cara:
• Letakan ujung jari kepipi dan sandarkan stangn kemeja selama membaca
• Tangan memegang dagu seperti ,memegang jenggot
• Letakan ujung telunjuk jari dihidung
d. MEnunjuk dengan jari
Pencegahanya denagn kedua tangan memegang buku yang dibaca atau memasukan tangan kesaku selama membaca.
e. Regresi
Pencegahanya denga cara
• Tanamkan percaya diri
• HAdapi bahan bacaan
• Teruskan baca saja sampai kalimat selesai
f. Subfokalisasi
Adalah menghafalkan kata-kata dalam pikiran yang dilakukan pembaca dalam kesepatan tinggi.
4. Membaca untuk keperluan praktis
MEmbaca digunakan sebagai sarana memahami setuiap bacaan yang perlu untuk dibaca dengan praktis, sesuai dengan kebutuhan masing-masing atau tujuan yang hendak dicapai oleh pembaca.
5. Membaca untuk kuperluan studi
Membaca untuk memahami isi buku secara keseluruhan, baik pikiran pokok maupun pikiran penjelas sehingga pemahaman yang kooperatif (mendalam dan utuh) tentantg isi buku tercapai.
BErdasarkan bentuk umum kegiatan membaca dibedakan dua jenis kegiatan yaitu membaca hati dan membaca bersuara. Membaca dalam hati adalah mengandalkan kemampuan visual, pemahaman serta ingatan dalam memahami bacaan tanpa mengeluarlkansuara dari bibir. Membaca bersuara adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara melafalkan setiap kata, kelompok kata dan kalimat dari bacaan yang kta hadapi.
Macam-macam membaca menurut
Membaca nyaring
Kegiatan yang merupakan alat bagi giuru,murid atau pembaca bersama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi pikiran dan haruslah mengenai makna yang terkandung dalam bacaan.
Membaca dalam hati
MEmbaca tanpa mengeluarkan suara dan yang aktif adalah mata dan otak atau kognisi saja.
Membaca ekstensif
Membaca secara luas untuk memahami isi yang penting-penting saja
Membaca intensif
Membaca yang dilakukan secara seksama dengan tujuan mengasah kemampuan membaca secara kritis.
Membaca survey
Membaca dengan tujuan mengetahui gambaran umum mengenai isi dan ruang lingkup dari bacaan.
Membaca sekilas
Membaca yang membuat mata kita bergerak cepat dengan melihat dan memperhatikan barang tertulis untuk mendapat informasi secara tepat.
Membaca dangkal
Membaca untuk memperoleh pemahaman yang dangakal
Menbaca teliti
MEmbaca secara seksama dengan tujuan untu memahami secara detail gagasan-gagasan yang terdapat dalam teks bacaan tersebut
Membaca pemahaman
Bertujuan memahami standar-standar atau norma- norma kesastraan, resensi kritis, darama tulis dan pla-pola fiksi.
Membaca kritis
Membaca yang dilakukan secar bijaksana, penuh tenggang hati dan mendalam, evaluatif serta analisis.
Membaca ide
Menbaca denga tujuan mencari,memperoleh, memanfaatkan ide-ide yangterdapat dalam bacaan
Membaca bahasa
KEgiatan yangbertujuan untuk memperperbesar daya kata dan untuk mengembangkan kosa kata
Membaca sastra
Kegiatan untuk membaca karya sastra baik dalam hubungannya dengan kepentingan apresiasi maupun dalam hubungannya dengankepentingan studi atau kepentingan pengkajian.
C Teknik Membaca
1. TEknik membaca Pre Reading PlanI
Dikembangkan oleh Langer pada tahun 1981 dengan tujuan memberi kesempatanpa da murid untuk menemukan gagasan yang ada dalam bacaan dan memperluas gagasanb tersebut serat mengefaluasi, daqn menyediakan suatu prosedur bagi guru untuk mengukur kemampuan murid sebelum membaca mengenai suatu topic khusus.
Prosedur penggunaan teknik PReP
MEnggunakan teknik PReP mengandung dua kegiatan yaitu melibatkan murid-murid atau mahasiswa dalam diskusi kelompok dan menganalisis tanggapan murid atau mahasiswa
Metode SQ3R
Langakah-langkahnya adalah :
1.urvey (MEnelaah terlebih dahulu)
2. Question (bertanya)
3.Read (membaca)
4. Recite (mengutarakan kembali)
5. Review (mengulang kembali)
KEuntungan dan manfaat darimenggunakanmetode tersebut Adalah:
• Dengan mensurvey buju terlebih dahulu kita akan pemahaman terhadap buku tersebut.
• Pertanyaan yang telah disusunmembantu kita untuk membaca dengan tujuan mencari jawaban-jawaban yang penting
• Dapat melakukankegiatamembaca lebih cepat
• Catatan dari buku ynag dibaca dapat membantu kita memahami secara cepat dan membantu ingatan kita
• Melalui langkah terakhir kita akan mmperoleh penguasaan bulat.
Pembelajaran pembaca dan pembinaannya
1.Tugas dan tujuan umum pembelajaran pemabca:
Tugas umunya adalah membina siswa dalam membaca meliputi tiga hal yaitu
a. membina siswa memiliki kemampuan respon komunikatifterhadap kata-kata, memberi respon interprestatif, memberi respon evaluatif imaginative.
b. Membina pengetahuan siswa tentang niali serta fungsi membaca dan pengetahuan siswa tetntang cara-cara membaca.
c. Membina siswa agar memiliki sikap positif terhadap membaca dan terhadap belajar membaca.
Tujuan dari membaca adalah adar siswa memiliki:
a. kemampuan yang baik dalam membaca yang tersurat, tersiratdan tersorot dari macam-macam tulisan yang dibacabya
b. mengetahui yang sahih tentang nilai dan fungsi membaca
c. sikap yang positif terhadap membaca dan belajaarmmbaca
2.MAcam-macam belajar membaca
a. Berdasarkan bentuk umum membaca
• membaca nyaring
• membaca dalam hati
b.Berdasarkan sifat umum membaca
• pembelajaranmembaca dasaryang bertjuanmembina siswa menguasai dasar-dasar membaca
• pembelajaran pembaca lanjut yang bertujuan untuk membina siswa menguasaibrbagai kemampuan membaca yang patut dimiliki oleh pembaca yang baik
c.Bedasarkan tahapan-tahapan pembelajaran pembaca
• belajar pembaca pemula
• belajar pembac lanjut
d. Macam-macam pembelajaran bahasa yang selama inipernah dikembangkan di Indonesia
• PEmbelajaran pembacaaan permulaan
• Pembelajaran membaca nyaring
• Pembelajaran membaca dalam hati
• Pemahaman membaca pemahaman
• Pembelajaran membaca bahasa
• PEmbelajaran membaca cepat
• PEmbelajarn membaca kritia
• PEmbelajaran membaca apresiasif
e. Pembelajaran membaca brdasarkan tujuan:
• Pembelajaran membaca pengembangan
Ketrampilanmembaca siswa meliputi dua kelompok kemampuan yaitu kemampuan menguasai mekanisme pembaca dan memahami bacaan secara komprehensif.
• Belajar membaca fungsional
Kemampuan belajar ini membina kemampuan siswa untuk menggunakan membaca sebgai alat belajar, meliputi:
a. Kemampuan menemukan informasi
b. Kemampuan memahamiistilah-istilah teknis
c. KEmampuan memahami uraian teknis
d. Kemampuan menata hasil pembaca
e. Kemapuan menysun komentar
f. Kemampuan membaca rekresional
Jenis kemampuanynag patut dikembangkan membaca rekresional adalah:
1. kemampuan menikmati bacaan untuk mengisi wakt luang
2. kemampuan memilih bacaan yang tepat
3. kemampuan menyalurkn minat dan perhatian dengan memmbaca
4. kemampuan mematangkan minat pembaca
5. kemampuan menampilkan sesuatu prestasi dari hasil membaca.
Teknik Belajar Membaca
1. Lihat dan baca
Contoh :Fonem,kata, kalimat,
2. Menyusun kalimat
Meliputi: melengkapi kalimat, memperluas kalimat,subtitusi
3. MEnyempurnakan paragraph
KETRAMPILAN MENULIS
Menulis merupakan suatu ketrampilan bahasa yang digunakan untu berkomunikasi secaratepat langsung, tidak secaratatap mukadenganorang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan produktif dan ekspresif.
Fungsi utama dari kegiatan menulis adalah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung. Sedangkan fungsi yang lain adalah untuk memudahkan para pelajar berfikir, menolong kita berfikir secara kritis, memudahkan merasakan dan menikmati hubungan-hubungan, memperdalam daya tanggap dan persepsi kita, memecahkan masalah-masalah yang kita hadapi, menyusun urutan bagi pengalaman, dan dapat emmbantu kita menjelaskanpikira-pikiran kita.
PEnulis yang ulung adalah penulis yang dapat memanfaatkan situasi dengan tepat. Situasi yang harus diperhatikan dan dimanfaatkan adlah:
• MAksud dan tujuan sang penulis
• Waktu dan kesempatan
Hugo HArtig (via tarigan, 1982: 26) merangkum tujuan menulis adalah sebagai berikut:
• Assigment purpose (tujuan penugasan)
Penulis menullis sesuaitu atas kemauan sendiri
• Altruistik purpose (tujuan altruistic)
BErtujuan menyenangkan para pembaca
• Persuasive purpose ( Tujuan persuasive)
BEtujuan meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan.
• Informational purpose ( Tujuan informational, tujuanpenerangan)
BEtujuanmemberi informasi atau keterangan kepada pembaca
• Self expresife purpose (Tuuanmenyatakan diri)
Betujuan untuk mengenalkan atau menyatalkan diri sang pengarang kepada para pembaca.
• Creative purpose (tuuan kreatif)
Bertujuan menyatakan diri dan melibatkan diri dengan keinginan untuk mencapai norma artistic, atau seni yang ideal, seni idaman.
• Problem solving purpose
Sang penulis inging memecahkan masalah yang dihadapi.
Ragam tulisan antara lain:
• Narasi : menceritakan rangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu
Ada dua jenis :
1.rasi eksponsitoris:menginformasikan peristiwa dengan ahasa yang lugas dan konfliknya tidak terlalu kelihatan.
2.rasi artistic tau literel
• Deskripsi: karangan yang melkiskan tau menggambaran suatu obyek apa adanya.
• Eksposisi: bertujuan menambahkan pengetahuan bagi para pembaca dengan cara memaparkan informasi secara lebih akurat
• Argumentasi: bertujuanmempengaruhi pembaca denagn buti-bukti, alas an, atau pendapat yang akurat sehingga gagasan yang dikemukakan oleh penulis dapat diyakini oleh pembaca.
Beberapa hal yang perlu diketahui dalam kegiatan menulis:
1. Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membahas satu topik
a. BErdasarkan letak utam paragraph:
1. Deduktif (kalimat pokok diawal)
2. Induktif (kalimat topikdibelakang)
3. Kalimat variatif atau campuran
4. Paragraf naratif (pikiranutama tidak dinyatakan secara jlas)
5. Interaktif (Penjelasan-umum-penjelasan)
Berdasarkan fungsinya:
1.Paragraf pembuka
2.paragraf penghubung
3. Paragraf penutup
2. KErangka karanagn: karangan yang sudah diatur secara sistematis
3. LAngkah-langkah menyusunkarangan:
1. catat semua ide
2. Seleksi ide-ide secaratepat
3. Uarutkan ide-idesecara tepat
4. Kelompokkan ide-ide berdekatan pada suatu heding
5. LAngkah seleksi sudah dikerjakan
4. Pengembangan kerangka karangan
1. Pendahuluan bersifat menjelaskan dan mendorong
2.BAtang tubuh sebagai isi karangan
3. BAgian penutup
TEknik menulis dikembangkan dengan cara
• Sering menulis berdasarkan kegunaan
• Memahami fakta bahwa menulis adalah menengok kembalai
• Memperoleh pengalaman editing yang akanbermanfaat
• Mempublikasikan tulisan
Gramar atau tata bahasa , retorika, dan logika adalah dasardasar yang membangun proses rel learning dan self-knowledge artinya semuanya adalah dasar bagi pengembanganproses beljar yangnyata dan bagi perkembangan karier pribadi seseorang.
Menulis adalah kemampuanyang tidak boleh ditinggalkan atas dasar tiga pi;ar utama yaitu sebagai beriku:
1.tifitas menulis yang telah merubah dunia
2. Aktifitas menulis telah secara nyata memperkaya kehidupan politik setiap Negara
3. menulis juga bias mengungkapkan secara mendalam berbagai hal yang seringa kali orang tidak melihatnya.
Komentar
Posting Komentar