TUGAS.PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN
- Pendahuluan.
Penelitian yang sistematis diawali dengan suatu persoalan.john Dewey menyebutkan bahwa langkah pertama dalam metode ilmiah adalah pengakuan adanya kesulitan, hambatan atau masalah yang membingunkan penelitian.pemilihan dan perumusan masalah adalah suatu aspek penting dalam melaksanakan penelitian dalam bidang apa saja.
Seorang peneliti dari awal sudah menentukan pokok persoalan penyelidikan yang bersifat umum, kemudian dipersempit menjadi persoalan yang sangat khusus. Sumadi suryabrata (2003 : 12) mengatakan bahwa masalah atau permasalahan ada lakau ada kesenjangan ( gap )antara das Sollen dan das Sein, ada perbedaan antara apa yangseharusnya, dan apa yang adad dalam kenyataan, antara apa yang diperlukan dan apa yang tersedia, antara harapan dan kenyataan dan yang sejenis dengan itu.
Masalah dimaksudkan agar setiapa kesulitan yang menggerakkan manusia untuk memecahkanya.masalah manampakkan diri sebagai tanatangan, sebagai hal yang penting dan berguna, sebagai hal yang realistik yang mengarahkan seseorang untuk membahasnya.oleh Fisher dkk, masalah diartikan sebagai:
- Suatu kesulitan yang dirasakan oleh seseorang
- Suatu perasaan yang tidak menyenangkan seseorang atas fenomena yang ada
- Suatu ketidaksesuaian atau penyimpangan yang dirasakan atas "apa yang seharusnya" dan "apa yang ada / yang terjadi /.
Karenanya penelitian harus mampu memilih suatu masalah bagi penelitiannya dan merumuskanya untuk memperoleh jawaban terhadap masalah itu. Tujuan dari pemilihan serta perumusan adalah untuk menncari sesuatu dalam rangka pemuasan akademis seseorang.
- Ciri – ciri masalah penelitian yang baik.
Ada beberapa cirri – cirri masalah penelitian yang harus diperhatikan, baik dilihat dari segi isi ( content), ataupun dari segi kondisi penunjang yang diperlukan dalam pemecahan masalahyang telah dipilih.
- Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian dalam arti bahwa mempunya nilai kegunaan tertentu serta dapat digunakan untuk sesuatu keperluan.untuk hal itu maka ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian:
- Masalah hrus mempunyai keaslian, mempunyai nilai ilmiah atau amplikasi ilmiah dan merupakan hal yang up date,
- Masalah harus menyatakan suatu hubungan atara dua atau lebih variable, hubungan antara venomena alam, atau lebih khas lagi mengenai kondisi – kondisi yang mengontrol fakta – fakta yangt diamati,
- Masalah harus merupakan hal yang penting baik dalam bidang dalam ilmunya sendiri maupun dalam bidang amplikasi untuk penelitian terapan,
- Masalah harus dapat diuji denganperlakuan – perlakuan serta data dan fasilitas yang ada.
- Masalah harus dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, dalam arti bahwa masalah itu rumusan jelas dan tidak membingunkan.
- Masalah harus Fisibel artinya masalah yang dipilihharus mempunyai fasibilitas yaitu dapat dipecahkan.mak yang harus perlu diperhatikan:
- Data serta metode untuk memecahkan masalah harus tersedia,
- Biaya untuk memecahkan masalah,secra relatifharus dalam batas – batas kemampuan,
- Waktu untuk memecahkan masalah harus wajar,
- Biaya dan hasil harus seimbang,
- Tidak bertentangan dengan hukum adat.
- Masalah harus sesuai dengan klasifikasi peneliti.oleh karena itu masalah yang dipilih harus sekurang – kurangnya :
- Menarik bagi sipeneliti dan cocok dengan bidang kemampuanya.
- Masalah harus sesuai dengan kualifikasi dengan kata lain bahwa sukar atau mudahnya sebuah masalah yang akan dipecahkan sesuai dengan derajat ilmiah yang dimiliki peneliti, harus sesuai dengan derajat yang nalar, sensitivitas terhadap data serta kemampuan peneliti dalam menghasilkan orginalitas.
Selanjutnya oleh fred N kerlinger ( 1996 : 29 – 30 )mengemukakan ada tiga kriteria untuk menentukan permasalahan yang baik.
- Masalah itu harus mengungkap suatu hubungan antara dua variabel atau lebih.
- Masalah harus dinyatakan secara jelas.
- Masalah dan pernyataan masalah harus dirumuskan dengan dara tertentu yang mengisyaratkan adanya pengajuan empiris.
- Cara merumuskan masalah.
Perumusan masalah merupakan titik tolak bagi perumusan hipotesis nantinya dan dari rumusan masalah dapat menghasilkan judul atau topik penelitian.pada umumnya rumusan masalah itu harus dilakukan dengan kondisi berikut:
- Rumusan masalah biasanya dalam bentuk kalimat tanya.
- Rumusan pertanyaan hendaklah jelas dan padat.
- Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis.
- Rumusan masalah harus menjadi dasar merumuskan judul penelitian.
Komentar
Posting Komentar